Ilmu Agama Kunci Keharmonisan Masyarakat, Tegas Tgk Andri Saputra


INFOACEH45-
Aceh Timur — Di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks, peran ilmu agama sebagai pilar kehidupan sosial kembali mendapat sorotan. Tgk Andri Saputra, seorang santri aktif dan Wakil Sekretaris Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) Kabupaten Aceh Timur, menyampaikan pandangannya mengenai pentingnya ilmu agama sebagai fondasi membangun masyarakat yang damai dan harmonis.

Dalam sebuah kesempatan wawancara seputar peran pemuda dalam membentuk karakter bangsa, Tgk Andri menegaskan bahwa ilmu agama tidak hanya sebatas penguasaan atas teks-teks keagamaan atau rutinitas ibadah, melainkan juga menyentuh aspek etika, tanggung jawab sosial, dan kepedulian antar sesama.

"Ilmu agama adalah pondasi utama dalam membentuk karakter yang jujur, adil, dan bertanggung jawab. Masyarakat yang memahami ajaran agamanya dengan benar akan jauh dari konflik dan perpecahan," ujarnya dengan penuh keyakinan.

Menurutnya, nilai-nilai agama yang diajarkan sejak dini memiliki peran besar dalam membentuk pribadi yang berakhlak mulia. Ia menilai bahwa krisis moral yang terjadi di berbagai lapisan masyarakat, khususnya kalangan muda, dapat dicegah jika ilmu agama diberikan dengan pendekatan yang menyentuh hati dan sesuai dengan kebutuhan zaman.

"Kita melihat banyak tantangan di era digital ini. Anak muda mudah terpengaruh oleh budaya luar, informasi instan, bahkan konten-konten negatif. Kalau sejak kecil mereka dibekali ilmu agama, mereka punya filter dalam menghadapi semua itu. Mereka tahu mana yang baik dan mana yang harus dijauhi," tutur Tgk Andri.

Lebih jauh, ia menyoroti pentingnya pembelajaran agama yang tidak kaku dan monoton. Menurutnya, metode pengajaran agama harus adaptif, komunikatif, dan mampu menyentuh realitas kehidupan generasi masa kini.

"Agama bukan untuk ditakuti, tapi untuk dimaknai dan dihidupkan dalam keseharian. Jangan sampai ilmu agama hanya menjadi hafalan tanpa penghayatan. Kita ingin agama menjadi cahaya dalam setiap aspek kehidupan masyarakat," tegasnya.

Tgk Andri juga menekankan bahwa kemajuan teknologi dan modernisasi bukanlah musuh agama. Justru, keduanya bisa saling menguatkan jika dijalani dengan nilai-nilai keimanan dan ketakwaan. Ia mengajak seluruh lapisan masyarakat, mulai dari keluarga, lembaga pendidikan, hingga tokoh-tokoh masyarakat untuk terus memperkuat sinergi dalam menanamkan nilai-nilai agama.

"Kemajuan zaman memang penting, tetapi tanpa nilai-nilai agama, manusia akan kehilangan arah. Agama memberikan batasan dan panduan agar kita tetap berada di jalan yang benar," tambahnya.

Sebagai santri yang juga aktif di dunia akademik melalui kuliahnya Salah Satu PTN, Tgk Andri meyakini bahwa keseimbangan antara ilmu agama dan ilmu umum akan melahirkan generasi yang tangguh dan bijaksana. Ia menilai bahwa kader muda NU dan generasi pelajar Islam secara umum memiliki tanggung jawab besar untuk meneruskan perjuangan ulama dalam menjaga moral bangsa.

Di akhir pernyataannya, Tgk Andri mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus belajar dan berdialog dalam memahami agama. Ia menegaskan bahwa keberagaman pemahaman seharusnya menjadi kekayaan, bukan sumber perpecahan.

"Agama bukan untuk diperdebatkan, tapi untuk dipelajari, dipahami, dan diamalkan. Kalau semua pihak mengedepankan ilmu dan adab, maka akan tumbuh masyarakat yang damai, toleran, dan saling menghargai," pungkasnya.

إرسال تعليق

0 تعليقات

Tag Terpopuler