KUA Peunaron Salurkan Wakaf Mushaf Al-Qur’an untuk TPA Madinatuddiniyyah Babussalam, Dorong Semangat Cinta Al-Qur’an Sejak Dini






INFOACEH45 | Dalam rangka mendukung gerakan literasi Al-Qur’an sejak usia dini serta memenuhi kebutuhan sarana pembelajaran bagi santri, Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Peunaron melaksanakan kegiatan penyaluran wakaf Al-Qur’an kepada Taman Pendidikan Al-Qur’an Madinatuddiniyyah Babussalam  yang terletak di Desa Arul Pinang, Kamis (2/10).

Sebanyak 5 mushaf Al-Qur’an baru diserahkan secara simbolis oleh Penghulu KUA Kecamatan Peunaron, Trianto, S.Ag., kepada pengelola TPA, Tgk. Ferianto, S.H., 

Dalam sambutannya, Trianto, S.Ag., menyampaikan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari program rutin KUA yang bertajuk “KUA Peduli Umat” — sebuah gerakan sosial keagamaan yang bertujuan untuk memperkuat fondasi keagamaan masyarakat melalui pemberdayaan pendidikan Islam non-formal seperti TPA dan Madrasah Diniyah.

“Al-Qur’an bukan hanya untuk dibaca, tetapi juga ditanamkan dalam hati anak-anak kita sejak dini. Kami berharap wakaf mushaf ini menjadi penyemangat bagi para santri dalam belajar dan mencintai Al-Qur’an,” tutur beliau.

Trianto juga menambahkan bahwa penyaluran ini tidak akan berhenti di TPA Madinatuddiniyyah Babussalam saja. “Kami telah memetakan beberapa TPA dan TPQ di Kecamatan Peunaron yang masih kekurangan sarana belajar. Insya Allah, program wakaf ini akan terus berlanjut. Kami mengajak seluruh masyarakat, para muhsinin dan donatur untuk turut serta berwakaf melalui KUA.”

Sementara itu, Tgk. Ferianto,S.H., selaku pengelola TPA Madinatuddiniyyah Babussalam mengungkapkan rasa syukur dan terima kasih atas bantuan tersebut. Ia menyebutkan bahwa sejak berdirinya TPA pada tahun 2021, kendala terbesar yang dihadapi adalah kurangnya jumlah Al-Qur’an yang layak digunakan.

“Selama ini kami harus berbagi mushaf, bahkan ada beberapa santri yang membawa Al-Qur’an robek dari rumah. Dengan bantuan ini, insya Allah kegiatan belajar mengajar akan jauh lebih lancar dan bermakna,” ujar beliau.

Santri-santri TPA yang berjumlah lebih dari 30 orang tampak gembira ketika menerima mushaf baru yang dibagikan. Salah satu santri, Abdul Rasyid (12), mengaku senang bisa memiliki Al-Qur’an baru yang bersih dan rapi. “Nanti aku mau belajar hafalan surat pendek pakai Al-Qur’an ini,” ucapnya polos.

Wakaf ini tidak hanya berdampak pada tersedianya fasilitas, tetapi juga menjadi motivasi spiritual bagi para pengelola dan santri. Diharapkan, dengan Al-Qur’an baru ini, semangat belajar santri semakin tinggi dan mampu mencetak generasi muda Islam yang cinta dan fasih terhadap Kitab Suci.

Posting Komentar

0 Komentar

Tag Terpopuler